Beasiswa Indonesia untuk Para Calon Pemimpin Bangsa

Beasiswa Tanoto Blog Pendidikan

    Mendengar kata beasiswa biasanya yang terbayang adalah bantuan finansial yang diberikan dalam meraih pendidikan. Namun, berbeda dengan beasiswa Indonesia dari Tanoto Foundation. Selain memberikan bantuan dalam biaya pendidikan, salah satu persyaratan untuk penerima beasiswa Tanoto Foundation adalah untuk memiliki kepedulian terhadap masyarakat sekitarnya.
 
    Tanoto Foundation mendukung penerima beasiswanya sebagai pemuda yang berguna bagi bangsa. Mereka diharapkan akan menjadi pendorong masa depan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.
 
    “Para penerima beasiswa Tanoto Foundation terpilih bukan hanya karena mereka memiliki nilai akademis yang baik, tapi juga karena memiliki potensi menjadi pemimpin masa depan Indonesia,” ujar Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Anderson Tanoto.
 
    Oleh karena itu, Tanoto Foundation selalu mendorong para penerima beasiswanya yang disebut sebagai Tanoto Scholars untuk bergabung dalam Tanoto Scholar Association (TSA), yaitu organisasi yang terdiri dari Tanoto Scholars di setiap kota di mana terdapat perguruan tinggi mitra Tanoto Foundation.

    Nantinya, para Tanoto Scholars melalui TSA masing-masing aktif membantu masyarakat. Salah satu yang melakukannya adalah Poppy Amanda Sari yang merupakan anggota TSA Medan.
 
    “Sebagai Tanoto Scholars, kami didorong oleh Tanoto Foundation untuk melakukan berbagai aktivitas yang memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar. Selain kegiatan berbagi ilmu pengetahuan dan keterampilan dengan adik-adik di sekililing, kegiatan kami juga termasuk memberikan pelatihan bedah pustaka kepada masyarakat untuk dapat memiliki dan memelihara perpustakaan yang sederhana. Kami juga memotivasi mereka yang berusia sekolah untuk senang membaca dan mencintai buku,” papar Poppy.
 
Maka, Poppy bersama rekan sesama anggota TSA Medan lain sering melakukan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat. Satu di antaranya adalah membantu mengurangi masalah dalam dunia pendidikan Indonesia dengan mengajar di Panti Asuhan Ade Ima Suryani di Medan.
 
Di sana para anggota TSA Medan menggelar kegiatan belajar bersama selama delapan hari. Selama itu, mereka berbagi ilmu ke anak-anak penghuni panti asuhan dan bersama-sama belajar.

“Kami berbagi ilmu mengenai bangun dan ruang dalam Matematika, bermain scrabble, mempelajari peta dunia, menonton film bersama, bermain sambil belajar membuat gunung berapi, mengasah keterampilan membuat sabun, melukis, dan sebagainya. Adik-adik dari panti asuhan ini sangat menikmati berbagai kegiatan tersebut,” kisah Poppy.

Melihat senyum keceriaan anak penghuni panti asuhan sudah dirasa memuaskan bagi Poppy dan kawan-kawan. Rasa lelah kala mempersiapkan dan menjalaninya seketika sirna. Apalagi, anak-anak yatim piatu sangat merasa senang.

“Saya sangat senang dengan kedatangan kakak-kakak. Saya mendapat banyak ilmu, saya bisa belajar hidup bersih, dan saya ingin seperti kakak-kakak. Saya berharap kakak-kakak mau datang lagi ke panti untuk mengajar ataupun kegiatan yang lain,” tutur Adam, sembilan tahun, salah satu penghuni panti.

Seperti inilah harapan Tanoto Foundation dalam memberikan salah satu beasiswa Indonesia terbaik tersebut. Mereka ingin dunia pendidikan negeri kita semakin baik. Mereka juga mendukung para penerima beasiswanya untuk menjadi generasi peduli masyarakat. Sebab, karakter pemimpin seperti itu yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.