Pulau Palau Hanya Bisa Dinikmati Oleh Orang Kaya

pulau palau

Berbeda dari tempat wisata lain, sepertinya pulau palau hanya diperuntukkan pada wisatawan kaya saja, seperti yang mikogz.com kutip dari CNN berikut.
Jika biasanya daerah wisata membuka pintu untuk wisatawan dari berbagai kelas sosial, tidak dengan Palau, kepulauan cantik yang berada di kawasan Samudera Pasifik.

Dilansir dari Telegraph pada Kamis (19/1), Palau malah tidak ingin ada wisatawan dengan dana terbatas yang datang. Aturan tersebut diusulkan oleh Presiden Palau, Tommy Remengesau.

Remengesau mengusulkan aturan baru yang hanya mengizinkan hotel berbintang lima yang boleh dibangun di atas tanahnya.

Ia beralasan, aturan baru itu akan “meningkatkan kualitas daripada kuantitas” promosi industri pariwisata Palau.

Ia juga khawatir, kedatangan wisatawan dengan dana terbatas—yang jumlahnya lebih banyak ketimbang wisatawan berduit, akan memberi efek negatif untuk perkembangan suatu daerah wisata.

“Investor yang datang sudah harus siap dengan segala infrastruktur penunjang, seperti saluran air dan daya listrik cadangan. Jika ingin membuat jalan, mereka harus membuatnya sendiri,” kata Remengesau.

Bersenang-senang kemudian, mungkin itulah ungkapan yang cocok ditujukan bagi calon investor di Palau. Karena setelah membangun usaha di sana, pemerintah akan mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan.

“Itu merupakan penawaran yang saling menguntungkan,” ujar Remengesau.

Kepulauan Palau menyimpan banyak keindahan, tak hanya di bawah laut, namun juga di atas lautnya.

Industri pariwisata di sana menyumbang sebanyak 85 persen untuk pemasukan negara. Sayangnya, kedatangan jutaan wisatawan setiap tahunnya mengakibatkan rusaknya sejumlah objek wisata alamnya.

Baca juga:
Pesawat Donald Trump Ternyata Bekas Maskapai Meksiko

Wisatawan asal China sering mengunjungi pulau ini. Dibandingkan wisatawan yang lain, mereka terkenal pelit dalam hal membelanjakan uangnya.

Untuk mengurangi jumlah wisatawan dari sana, pemerintah telah mengurangi jumlah penerbangan dari China menuju Palau sejak 2015.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.